Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Keindahan Pulau Kecil Bali Timur yang diselimui Lautan yang Menawan
Tidak jauh di sebelah timur Pulau Bali terdapat pulau-pulau kecil yang indah, yaitu Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan Nusa Penida. Pulau-pulau ini masih masuk wilayah Provinsi Bali,
Terhitung dua kali saya menjejakkan kaki di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, pada bulan Desember 2015 dan Agustus 2016. Untuk Nusa Penida saya belum pernah mengunjunginya, menimbang waktu yang dimiliki serta besarnya pulau yang bagi saya pribadi kurang worthed saat itu (semoga lain waktu bisa kesana!).
| Menunggu speed boat berangkat di Pantai Sanur |
| Mushroom Bay, Nusa Lembongan |
Setelah mendapatkan sepeda motor, kami langsung meluncur ke tempat penginapan yang telah kami booking secara online. Haruskah booking online? Tentu saja tidak, di Nusa Lembongan ada banyak sekali penginapan dari harga Rp 150.000 hingga jutaan yang bisa di booking secara go show. Berhubung ada penginapan incaran jadi saya booking dulu secara online. Saran saya pilih penginapan yang tidak jauh dari mushroom bay, karena menurut saya akses nya lebih mudah untuk ke objek-objek wisata di Nusa Lembongan. Tapi bukan berarti daerah lain kurang menarik. Ini hanya pendapat pribadi saja lho ^__^
Setelah check in dan menaruh barang-barang, kami langsung berkeliling Pulau. Tujuan pertama adalah Blue Lagoon yang ada di Nusa Ceningan. Untuk menuju kesana ada jembatan yang menghubungkan antara Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, namanya jembatan kuning/ Yellow Bridge, warnanya memang kuning seperti namanya. Namun sayang seklai pada bulan Oktober lalu jembatan ini putus dan menelan 8 korban jiwa :'(.
| Blue Lagoon, Nusa Ceningan |
| Jembatan Kuning, kini tinggal kenangan. |
Setelah dari Blue Lagoon kami menuju jumping point yang lokasinya tak jauh dari situ. Setelah itu, kami makan siang di dekat penginapan dengan menu sate madura. Kami memesan sate ayam dengan harga 20 ribu satu porsi dengan nasi. Setelah perut terisi, kami kembali ke penginapan untuk istirahat dan sholat, sembari menunggu matahari agak turun sedikit.
| Lokasi dekat jumping point. |
| Pamorama Point, Jungut Batu. |
Menjelang sore kami melanjutkan perjalanan ke daerah Jungut Batu. Sebelum sampai disana, kami melewati Panorama Point. Dari sini kita bisa melihat pemandangan Jungut batu dari atas. Kita bisa melihat kapal-kapal yang berlabuh serta rumah-rumah penduduk yang tersusun rapi. Di Jungut Batu kami cuma jalan-jalan sebentar kemudian kembali, menuju Dream Beach dan Devil's Tears.
| Ayunan di Dream Beach |
| Sunset di Devil's Tears |
Setelah main-main air sedikit kami langsung menuju Devil's Tears untuk menikmati sunset. Hari sudah gelap, dan kami kembali ke penginapan.
Saat malam hari, memang tidak ada tempat yang dikunjungi selain nongkrong, karena gelap. Akhirnya karena tidak ada tujuan, kami mampir ke toko cindera mata didekat mushroom bay dan membeli 2 postcard. Untuk makan malam kami makan di warung makan di dekat Mushroom Bay. Ada warung makan penjualnya orang Jawa. Menu makanannya bermacam-macam, ada bakso, mi ayam, lalapan, dll. Kami memesan nasi lalapan tempe goreng. Harganya Rp 17.000 satu porsi.
Setelah kenyang dan cukup nongkrong. Kami kembali ke penginapan. Saatnya istirahat dan menyambut hari esok.
Pagi pun tiba saatnya jalan2 lagi... Pagi itu kami langsung menuju daerah jungut batu. Di jungut Batu kami mampir ke pelabuhan untu sekedar lihat-lihat pemandangan. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Hutan Mangrove. Lokasi nya agak jauh di ujung pulau.
Sesampainya di Hutan Mangrove, kami menyewa perahu untuk menjelajahi hutan Mangrove. Sedikit menyeramkan memang suasananya. Takut tiba-tiba ada buaya atau ular yang melompat, tapi sampai perjalanan berakhir tidak ada apa-apa yang terjadi, Hahaha. Keliling-keliling di hutan mangrove memakan waktu sekitar 15 menit. Biaya yang kami habiskan untuk 1 perahu waktu itu 100 ribu rupiah.
Puas mengelilingi hutan mangrove kami menghabiskan waktu (dan juga bensin) untuk berkeliling pulau, lalu kami sempat mampir membeli kaos Nusa Lembongan di dekat tempat budidaya rumput laut. Kaosnya unik karna ada bagian yang dilukis sendiri.
Walaupun Pulau Lembongan adalah pulau yang terhitung kecil, panjangnya hanya sekitar 2,6 km dan lebar nya 1-1,5 km (sumber: wikipedia), namun pulau tersebut padat penduduknya. Jalan sudah bagus beraspal, fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas pun sangat memadai, banyak penginapan serta toko-toko. Penduduk disana pun sangat ramah. Dalam kesehariannya, sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani rumput laut.
Akhirnya pukul 11.00 kami memutuskan untuk check out dan meninggalkan Nusa Lembongan dan kembali ke Pulau Bali. Sedikit sedih meninggalkan pulau ini, tapi liburan selanjutnya telah menanti ^__^9
RINCIAN BUDGET (untuk 2 orang)
-Tiket speedboat pp Rp 200.000
-Sewa motor Rp 130.000
-Biaya penginapan Rp 300.000
-Makan siang Rp 50.000
-Makan malam Rp 50.000
-Keliling Hutan Mangrove Rp 100.000
-Sarapan pagi Rp 50.000
-------------------- +
TOTAL Rp 880.000
-Merchandise (2kaos 2 postcard) Rp 300.000
0 komentar